Kamis, 30 Juni 2011

Cerita Indomie versiku u,u


Ini Kisahku (Indomie)

Dare dari Sirius Black. Maaf mengecewakan karena saya bikinnya pake mikir, gak sepontan kayak waktu itu. Yang gak suka, gak usah dibaca. Terimagaji =)

===

Waktu malam hari, papa sering bangunin aku buat nonton bola sambil makan indomie. Tapi, suasananya sangatlah berbeda semenjak keluarga kami lupa belum bayar listrik. Jadi, kami tak bisa makan indomie malam ini, karena tv kami mati.

Hari ini adalah hari minggu. Aku dan papa berencana untuk membayar tagihan listrik agar kami bisa nonton bola sambil makan indomie kembali.

Setelah proses pembayaran selesai, listrik rumah kami pun kembali menyala. Kami sangat senang melihat kejadian ini karena kami bisa makan indomie tengah malam nanti.

Malam pun tiba. Seperti biasa, papa membangunkanku untuk menonton bola. Dengan sisa-sisa kesadaranku, aku berjalan ke dapur untuk membantu papa memasak indomie.

Entah ini hanya halusnasi atau tidak. Yang jelas, aku melihat papa sedang menari poco-poco. Kemudian beliau beratraksi dengan menggigit sutil erat-erat, lalu beralih mengambil panci. Tak tahu apa salah panci itu, papa memukulinya menggunakan kepalanya sekeras mungkin.

Aku mendekat ke arah papa. Mencoba menghentikan tingkahnya yang sangat menyakiti panci itu, “Cukup sudah, kau sakiti panci ini..” kataku sambil berusaha tegar melihat kejadian tragis itu. Papa menghentikan tingkahnya, lalu meletakkan panci itu ditempatnya lagi.

“Apa yang terjadi pada dirimu, papa?” tanyaku.

Papa menggelengkan kepalanya, menutup mulutnya menggunakan sebelah tangan, dan menangis manja sembari menunjuk kardus indomie dimeja.

Aku mendekati kardus itu, mengintip apa isi yang sebenarnya. Indomie kami habis. Pantas saja, papa nekat berbuat seperti itu. Aku mencoba membuka hati papa agar bisa menerima kenyataan pahit ini. Ya, kenyataan bahwa kami tak bisa makan indomie untuk yang kedua kalinya.

Aku dan papa bela-belain pergi jauh ke Belanda Cuma buat beli Indomie pagi itu. Betapa bahagianya kami setelah sampai disana dengan menggunakan perahu napan. Kemudian kami berhenti di sebuah supermarket diseberang laut. Kami tahu ini mustahil, tapi supermarket itu benar-benar ada. Kami pun membeli banyak Indomie, sekalian untuk berjaga-jaga bila habis tak tepat pada waktunya. Kami segera pulang untuk memasaknya dan betapa nyeseknya saat mengetahui bahwa warung depan rumah kami mengetahui bahwa warung depan rumah kami juga jualan Indomie.

Ini ceritaku. Apa ceritamu? =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar